Edukasi Anemia pada Remaja Prakonsepsi Terhadap Risiko Kejadian Stunting di Desa Lumingser Kecamatan Adiwerna
DOI:
https://doi.org/10.33479/jfmc.v3i2.77Keywords:
Anemia, Stunting, Edukasi, Metode pretest-postestAbstract
Anemia merupakan kondisi ketika jumlah sel darah merah dan kemampuan hemoglobin untuk mengangkut oksigen tidak mencukupi kebutuhan fisiologis tubuh, dengan kadar hemoglobin kurang dari 12 g/dl. Remaja putri yang mengalami anemia berisiko tetap mengalami kondisi tersebut hingga dewasa, dan berpotensi menjadi ibu hamil yang menderita anemia, sehingga meningkatkan risiko melahirkan anak yang mengalami stunting. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah pemberian edukasi pengetahuan remaja prakonsepsi terhadap kejadian anemia di Desa Lumingser Kecamatan Adiwerna. Metode yang digunakan Pra-Eksperiment dengan jenis one group pretest and posttest design. Dalam pengambilan data sampel digunakan teknik purposive sampling dan dihitung menggunakan rumus Slovin dan didapatkan hasil 82 sampel yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Data dianalisis menggunakan SPSS. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa metode pretest-postest design memberikan pengaruh yang signifikan pada pengetahuan risiko anemia dengan tingkat kepercayaan p<0,011 dan sikap risiko anemia dengan tingkat kepercayaan p<0,001.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Dwi Ajeng Larasati, Osie Listina, Oktariani Pramiastuti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




